Who wants to get married?

"Tahun ini yang mau married banyak loh." kata seorang teman kepadaku
"Masa sih?emang siapa aja?" balasku
"Ada si A, B, C, D, ... Dst." temanku menyebutkan satu persatu orang yang akan married tahun ini.
"Oh si A juga mau married tahun ini?" tanyaku

Percakapan ini terjadi ketika aku dan beberapa temanku sedang merancang acara pernikahan temanku yang sedang berada di irian. Setelah dihitung-hitung ternyata, aku baru sadar kalau tahun ini ada 9 pasang temanku yang akan married. Beberapa pasang dari mereka sih aku sudah pernah dengar gosipnya, tapi ternyata ada beberapa pasang lagi yang aku belum pernah dengar gosipnya akan married juga. Mungkin angka 9 ini akan bertambah lagi dengan temanku yang tiba-tiba memberikan undangan-mungkin saja-tanpa terdengar gosipnya terlebih dahulu.

Melihat kenyataan ini sebenarnya aku jadi iri, kapan ya akan tiba giliranku? Tp kalau dilihat-lihat lebih dalam kyknya aku hanya menginginkan "sebuah" pesta pernikahan, bukan kehidupan pernikahan itu sendiri. Jadi mending aku tutup dulu rapat-rapat pikiran untuk menikah itu.

Inti permasalahannya sih bukan itu, aku dengan tulus sangat senang melihat teman-temanku itu akan married, apalagi yang sudah lama banget berpacaran. Tapi disisi lain aku jadi khawatir dengan teman-temanku yang akan married itu, apakah setelah pernikahan itu mereka masih bisa berkumpul lagi bersama-sama denganku? Apakah masih ada waktu untuk hangout bareng? Mengingat bahwa dua pasang diantara mereka adalah teman kumpul bareng atau biasanya hampir stp minggu sekali kita jalan bareng.

Sedih juga sih kalo membayangkan bagaimana ya setelah mereka nikah nanti, mungkin akan berkurang waktunya-apalagi jika sudah memiliki anak-untuk bisa hang out bareng. Tapi aku sadar, aku ngga boleh egois. Mereka pasti juga ingin memiliki kebahagian hidup bersama orang yang mereka cintai. Jadi aku hanya bisa memanjatkan doa agar mereka dapat hidup menjalani bahtera rumah tangga dengan berpegang pada Kristus sebagai kepala rumah tangga, dan disaat badai menerpa mereka boleh tetap dikuatkan. Tuhan memberkati kalian semua. Amin

Dedicated for my friends who will get married in 2010. Don't forget, I hope we can still hang out together.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Pater Noster (Bapa Kami)

Pater noster qui es in caelis (Bapa Kami yang ada di dalam Surga),
sanctificetur nomen tuum (dikuduskanlah nama-Mu),
adveniat regnumtuum (datanglah kerajaan-Mu),
fiat voluntas tua (jadilah kehendak-Mu),
sicut in caelo et in terra (di bumi seperti di Surga),
panem nostrum quotidianum da nobis hodie (berikanlah kami hari ini makanan kami yang secukupnya),
et dimitte nobis debita nostra (dan ampunilah kesalahan kami),
sicut et nos dimittimus debitoribus nostris (seperti kami mangampuni orang yang bersalah kepada kami),
et nenos inducas in tentationem (dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan),
sed libera nos a malo (tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat)

Saat Alkitab Menjadi Barang Langka


Hari Senin lalu tepatnya tanggal 19 April 2010, aku beserta teman-teman dadakan nonton film-sebetulnya rencananya udah dari minggu lalu-The Book of Eli (yah sepertinya kalo rencana jalan2 dadakan memang lebih berhasil daripada rencana jalan2 yang dipersiapkan secara matang). Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki-bernama Eli-yang membawa sebuah buku dan menempuh perjalanan ke barat untuk suatu misi. Di satu sisi, ada seorang "penjabat"-yah dapat dikatakan pejabat karena dia yang berkuasa di daerah itu-yang sedang mencari-cari satu buku yang dianggap dapat memberikan kekuatan kata-kata, agar ia dapat menguasai dan mengatur dunia. Singkat cerita kedua orang ini bertemu dalam suatu pertikaian hebat, dan sang "pejabat" itu mengetahui bahwa buku tersebut berada di tangan Eli. Akhirnya dengan semua pasukan-anak buahnya-yang dimilikinya, ia berusaha merebut buku tersebut dari tangan Eli. Ternyata oh ternyata, buku yang diperebutkan itu adalah... (sound effect: jeng..jeng..) ALKITAB!!! Tapi yang lebih mengejutkan lagi, Alkitab tersebut adalah Alkitab Braile. Ternyata selama ini Eli adalah seorang yang memiliki cacat buta (padahal kalo melihat gaya bertarung Eli tidak akan ada yang menyangka bahwa ia buta). Film ini mengambil setting pasca setelah perang besar yang terjadi. Dimana bumi sudah hancur dan populasi sangat sedikit (dibanding sekarang tentunya). Dimana barang-barang yang dulu melimpah ruah-sampai digunakan berlebih-sekarang menjadi hal yang langka, seperti shampo, sabun, air, dll. Dimana berlakunya lagi sistem barter. Saat inilah buku menjadi barang yang langka-karena pada waktu perang semua buku dibakar hidup-hidup, dan banyak orang yang mengidap buta huruf. Salah satunya adalah Alkitab yang merupakan barang super duper langka dan hanya tinggal satu yang dimiliki oleh Eli. Ok That's it! Cukup membicarakan filmnya.

Ada beberap hal yang aku pelajari dari film tersebut...
Sosok Eli adalah sosok yang rajin membaca Alkitab setiap hari-apalagi ia buta-bahkan sampai hafal karena di akhir cerita, Eli menulis ulang semua isi Alkitab tersebut. Two Thumbs Up! Kalau dibandingkan dengan diriku, oh.. ngga ada apa-apanya aku ini. Jangankan menghafal seluruh isi Alkitab, membaca Alkitab saja sudah menjadi hal yang sulit buatku. Rasa malas untuk membukanya selalu menjalar-kecuali di hari minggu ketika ibadah-pada diriku. Kita yang menganggap bahwa diri kita anak Allah, harusnya mau untuk membaca Alkitab-yang notabene merupakan surat dari Allah-setiap hari. Bagaimana mungkin seorang anak bisa mengetahui kehendak Bapanya jika tidak mendengarkan dan membaca kata-kata yang diucapkan dan ditulis oleh Bapanya.

Hal kedua adalah ketika Eli berusaha mati-matian menjaga Alkitab tersebut, sedangkan orang lain membutuhkan pertolongannya. Selama ini Eli lupa melakukan apa yang sebenarnya tertulis di Alkitab, bukan hanya membacanya saja. Ada adegan dimana Eli yang mengabaikan orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Ini adalah hal yang mungkin sering kita lakukan ketika kita hanya membaca Alkitab tanpa merenungkan siang-malam apa yang tertulis di dalamnya. Dari khotbah minggu lalu, pendeta berkata bahwa merenungkan firman siang-malam, bukan berarti kita secara hurufiah menghafal ayat-ayat tersebut sambil jalan di waktu siang maupun malam, tetapi ketika kita melakukan aktivitas sehari-hari dengan berpegang pada apa yang disampaikan Alkitab. Di suatu titik Eli tersadar ketika harus memilih antara menyelamatkan Solara atau Alkitab yang dimilikinya, dia lebih memilih Solara, karena isi Alkitablah yang terpenting, bukan hanya wujudnya. Aku jadi teringat hal konyol yang aku lakukan waktu kecil-aku adalah seorang penakut yang gemar nonton film horror-aku berpikir bahwa Alkitab dapat mengusir setan, atau setidaknya menjauhkan setan daripadaku. Tapi sebenarnya iman kita yang kita percaya, iman kita terhadap apa yang disampaikan melalui Alkitab yang menuntun kita, bukan benda-benda religius tersebut.

Ketiga, adalah ketika agama menjadi suatu kekuatan politik bukanlah hal yang baik. di lihat dari keinginan sang "penjabat" yang ingin menggunakan agama dalam mengatur dunia menjadi apa yang diinginkannya. Agama bukanlah politik. Justru agama berjalan beriringan dengan politik. Jika politik melakukan kesalahan, agama yang harus mengingatkan dan menjadi penunjuk arah yang benar. Bukan memaksakan politik yang berdasarkan agama

Lalu, berbading terbalik dengan film di atas, Alkitab saat ini di Jakarta khususnya merupakan barang-barang yang dapat dengan mudah ditemukan dimana-mana. Aku sangat sedih kalo melihat bahwa di Gerejaku, Alkitab bertebaran di semua ruangan-yah agak lebai sih, ngga di semua ruangan tapi hampir di semua ruangan strategis yang ada-apakah itu Alkitab yang sudah usang, maupun yang masih baru, entah itu karena ketinggalan, atau mungkin sengaja ditinggalkan. Sayang sekali seakan-akan Alkitab menjadi hal yang tidak penting sama sekali sehingga dapat ditinggalkan begitu saja.

Ada pertanyaan menggelitik yang ada di otakku ketika selesai menonton film tersebut. Jika suatu saat nanti Alkitab menjadi barang yang sangat teramat langka, akankah kita masih mau mencarinya? atau malah melupakannya? akankah kita masih mau membaca dan merenungkannya?

Sedikit note: hal ini sedikit banyak tidak berhubungan dengan film. Setelah selesai menonton, aku dan teman-temanku mampir untuk makan di sebuah restoran. Di belakang meja kami ada sekelompok wanita (ada yang sudah berumur, ada juga yang terlihat masih muda). Jam saat itu menunjukkan pukul 11 malam, dan kami masih asik saja bermain UNO. Tanpa kami sadari ternyata kelompok wanita di belakang kami sedang berdoa dan saling mendoakan sebelum mereka berpisah. Jujur aku kaget, baru kali ini aku melihat praktek langsung sebuah kelompok kecil/komsel. Aku jadi malu sendiri, kenapa tidak bisa seperti itu. Boleh dibilang aku cukup sering berkumpul dan berjalan bareng dengan teman-temanku yang seiman, tapi sepertinya kami tidak pernah saling memberikan kekuatan doa seperti contoh sekelompok orang tadi. Biasanya setelah capai berjalan-jalan kami langsung pulang. Aku berharap mungkin aku bisa melakukan hal tersebut bersama teman-temanku. Seperti yang Eli lakukan dengan mengajarkan Solara berdoa.

I'm Back

Ya ampun setelah sekain lama lupa sama password blog ini, akhirnya aku bisa mendapatkan kembali blog ini (Horaaayyy), yang nanti akan kucoba re-design supaya lebih ciamik.. Not Now, because I'm still the middle of work.. Dagh..

13 Dreams (part one)

Mimpi...
Setiap orang pasti punya mimpi-mimpi yang ingin diwujudkannya..
Begitu juga dengan gw..

Ada 13 daftar mimpi, dari yang konyol-konyol ampe yang bener he3x..
Ini dia daftarnya..
1. Having the most romantic wedding party
Pingin deh punya wedding party bak pangeran dan putri kerajaan yang menikah he3x..
2. Jalan-jalan ke Inggris, London
Gw suka banget sama Inggris.. seneng deh kalo ngedengerin aksennya orang Inggris. Orisinil banget!!
Gw pingin ke London.. kayak lagunya changcuters yang London.. London.. ingin ku kesana..
Masuk ke istana kerajaan.. Lihat jam besar.. Natalan di sana bersama salju-salju..
3. Ketemu Michael Owen
Duh.. he's my dream boyfriend.. Cowok yang pualing ganteng menurut gw Micahel Owen wkwkw..
3. Tinggal di apartemen
4. Being Famous News Anchor
Siapa sih yang ngga kenal Rosiana Silalahi.. Udah cantik, pinter lagi.. kapan ya gw bisa seperti itu? Gw juga kagum sama salah seorang dosen gw di kampus, Dia juga cantik dan pinter.
5. Jadi penulis naskah suatu pertunjukkan besar
Menulis sebuah cerita memang udah jadi obi gw dari dulu but.. biasanya cuma di otak aja jarang gw tulis.. (sepertinya musti gw kembangkan nih)
6. Jadi pemeran utama di teater broadway
I love drama.. apalagi ditambah dengan singing.. Hebat ya bisa berdiri di atas panggung dan saya yang menjadi pusat perhatiaannya.. ;D
7. Kerja di bidang broadcast
Gw pingin jadi floor director.. bisa mengatur dan membuat sebuah acara menjadi oke dan menarik

(.... to be continue)
nanti yah dilanjutin lagi..
Kalau kamu punya mimpi teruslah bermimpi, karena punya mimpi itu ga salah, yang salah adalah kalau kita hanya berdiam diri merenungi mimpi kita tanpa berusaha mewujudkannya. Tapi selain itu kita juga harus berserah pada Tuhan yang sudah mempersiapkan rancangan indah buat kita..

God Bless All

You'll Be in My Heart

Baru utak-utik lagu2 lama, eh ketemu lagu ini..

’Cause you’ll be in my heart
Yes, you’ll be in my heart
From this day on Now and forever more
You’ll be in my heart

No matter what they say
You’ll be here in my heart, always

Coba tebak ini cuplikan lagu apa? Yep!! benar!! (udah ketauan juga dari judul blog gw).
Ini adalah cuplikan lagu "You'll be in My Heart" dari Phil Collins (OST. Tarzan - Disney).

Setelah melewati hari2 yang indah ini, selama 21 tahun (OMG.. aku sudah kepala dua), gw ingin mempersembahkan lagu ini kepada teman2 ku yaitu:
1. Keluarga
1. BIB
1. KTB Cantik
1. Teman2 Gereja
1. Teman2 kuliah
1. Teman2 SMA

Kenapa no. 1 terus? karena mereka selalu ada di hati gw dan menjadi sumber inspirasi gw.
And you must know you'll be in my heart always n forever.
Walaupun ada jarak yang memisahkan kita!

Lagu ini bakal menjadi lagu tema seumur hidup gw.
Gw mau menutup komputer dan blog ini di hari ini dengan mengatakan...
Aku sayang kalian..
Gw bersyukur bisa kenal kalian..

Love & Pray
Melina

Kesombonganku


Minggu lalu hari Sabtu, panitia acara pada rapat evaluasi di rumah gw. Waduh, selesai evaluasi rumah gw jadi kayak kapal pecah he3x.. (tapi gw seneng kok). Gw ngerasa di panitia kali ini gw belajar banyak. Belajar bekerjasama dengan orang-orang yang totally berbeda dari gw, ya sifat, pemikiran, kebiasaan, dll. Seneng bisa satu kepanitiaan sama mereka, rasanya kita sama-sama memiliki satu tujuan untuk membawa camp ini ke arah yang bermanfaat. Walaupun mungkin ada aja masalah yang terjadi di dalam kepanitiaan. (dari kemarin cm2 mulu ya crita gw)

Tapi inti cerita gw bukan itu sih. Awal-awal kepanitiaan acara pas dikasi pembagian tugas PIC sama Yenny (as my coordinator), gw protes kok tugas gw cuma dikit ya? (he3x.. kesombonganku yang pertama). Gw minta nambah gitu, padahal tugas gw sebagai PIC udah ada. Trus karena tugas gw PIC opening ceremony, gw ngerasa ah gampanglah tergantung MC mau ngapain (kesombonganku yang kedua), eh tau2nya MC minta perlengkapan yang aneh2, mati gw (kena deh gw ditegur sama Yeye).

Pas Hari H pelaksanaan, harusnya gw PIC the day bareng Patrice, tapi gw kelupaan!! Parah.. parah, gw baru sadar pas malam evaluasi.. (hiks3x). Tapi yang lebih mengena, ya pas laporan evaluasi di rumah gw itu. Seharian gw ngecengin Sammy mulu (kesombonganku yang ketiga) yang baru datang hari kedua padahal dia hari pertama ada jadi PIC untuk renungan malam. Eh, giliran gw kena deh, dan parahnya emang baru gw sadari saat itu. Gw kan harusnya jadi PIC session 3 tapi gara2 gw males mandi jadi gw datangnya pas2an. Karena gw pikir semuanya udah beres jadi gw santai2 saja. Ternyata ga seperti yang gw pikir, ruangan session belum di setting sebagaimana harusnya, ya jadi sessionnya mulai telat. Gw pikir loh ini kan harusnya kerjaan perlengkapan.. (ups.. i'm wrong). Ternyata gw salah.. emang menyiapkan peralatan tugas sie perlengkapan tapi harusnya sebagai PIC gw mengontrol persiapan session 3 itu, termasuk latihan MC-nya. Jadi pas rapat evaluasi gw diingetin soal itu

Disitu gw sadar, ternyata selama ini gw sudah menyombongkan diri, padahal panitia acara lain udah lebih banyak bekerja dari gw tetapi mereka ga sombong. Gimana gw mo dikasi tanggung jawab yang lebih besar kalo yang kecil aja gw ga becus..

Dalam hidup sehari-hari gw suka bermegah dalam hati terhadap hasil pekerjaan yang gw lakukan, tapi Tuhan selalu kasih peringatan bwt gw untuk ga sombong, karena tanpa Tuhan belum tentu gw bisa melakukan itu semua.

CM2 ini memang ngasih gw banyak2 pelajaran berharga.. Senangnya bisa satu kepanitiaan bersama kalian.